oleh

Kisah Dramatis, Tim Relawan LMP Macab Kudus Saat Mengevakuasi Korban yang Terjebak Banjir

-daerah-10,107 views

Detik Bhayangkara.com, Kudus – Hujan deras yang mengguyur selama 4 hari sejak kamis – Minggu di wilayah Kabupaten Demak dan sekitar membawa penderitaan yang sangat memilukan bagi warga, karena akibat hujan deras mengakibatkan Waduk Kedung ombo jebol dan dampaknya banjir di sejumlah desa di beberapa kecamatan di Kabupaten Demak.

Musibah bencana alam banjir kali ini diderita oleh beberapa desa antara lain, Desa Kebonagung, Tlogodowo Wetan, Kedung Banteng, Babadan, Ketanjung,
NgemplikWetan, Undaan Lor, Undaan Kidul, Gajah,Cangkring B, Wonorejo, dan Karanganyar.

Saat awak media bertemu dengan Joko Susilo ( Sekretaris LMP Macab Kudus) dan juga ketua Tim Rescue tanggap darurat korban bencana alam banjir menuturkan, bahwa bencana banjir ini telah menggenangi di beberapa desa di wilayah Kabupaten Demak.

Hal Dramatis yang dialami oleh tim Evakuasi yang dipimpin Joko Susilo dan Sunarto disaat menyisir di wilayah Dukuh Babadan dan Sunarto menyisir di Desa Norowito,Kecamatan Karanganyar kedapatan melihat seorang bayi bersama ibunya yang ikut di evakuasi di atas tanggul Dukuh Babadan.

Joko menuturkan, kalau bayi mungil tersebut baru 1 minggu lahir sebelum terjadinya banjir, dan semalaman diungsikan di tenda pengungsian di atas tanggul dalam keadaan cuaca mendung gelap, dan air semakin bertambah disertai dengan arus yang deras, semakin menambah was – was dan keprihatinan para pengungsi.

“Karena keadaan yang tidak bersahabat dan memungkinkan, si Bayi terpaksa tidak bisa di evakuasi karena demi keselamatan bayi ditengah perjalanan, dan baru dapat dievakuasi pagi harinya,” tuturnya.

Sementara di lain tempat, Sunarto ( Ketua LMP Macab Kudus) yang hanya berdua secara tidak sengaja melintas di perkampungan desa yang sempit tepatnya di Desa Norowito mendengar teriakan minta tolong dari sebuah rumah yang tenggelam hampir sampai sebibir genting.

Mendengar teriakan korban yang sangat memilukan, secara sigap dan tanggap, Sunarto beserta rekan segera mengevakuasi dengan cara menyelam melalui jendela ruang makan yang kedalaman hampir 3 meteran.

Dari hasil evakuasi ternyata di dalam ruang terdapat 3 orang penghuni rumah yaitu pemilik rumah yang bernama Hardi ( Mantri Kesehatan RSUD Loekmohadi Kudus) beserta istri dan anaknya yang terjebak tidak bisa keluar rumah.

Dari penuturan Hardi, bahwa dirinya beserta istri dan anaknya terjebak banjir sejak kamis.

“Dan baru diselamatkan Rescue Jum ‘at sore harinya yang kebetulan sedang melintas,” ucapnya.

Dengan kejadian tersebut semoga menjadi cermin dan perhatian bagi semua agar senantiasa selalu dekat dengan Sang Kholid yang Maha kuasa dan segalanya. (Adhi S)

 

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed