oleh

Diduga Kejahatan Perbankan…!!! Bank Mega Lelang Rumah Nasabah di Desa Ketawang – Gondanglegi

-daerah-10,177 views

Detik Bhayangkara.com, Kabupaten Malang – Tindak pidana bidang perbankan merupakan bentuk kejahatan yang lebih luas dari tindak pidana perbankan dalam artian termasuk kategori Pidana khusus, hal ini sudah di atur dalam Undang – Undang Perbankan.

Salah satunya dialami oleh nasabah, H. Devit ) punya pinjaman hutang sebesar Rp 630.000.0000. sudah membayar Rp 300.000.000. akhirnya kehilangan rumahnya alamat : Jalan banyu anyar G2. RT 04 RW 01 Desa Ketawang – Gondanglegi, telah di lelang Rumahnya oleh pihak PT. Bank Mega KCP Cabang Malang, Jl Jaksa Agung Suprapto No. 27 Sama’ an Kecamatan klojen Malang.

H. Devit menyebutkan bahwa pada TH 2012 hutangnya tinggal Rp 330.000.000. dan bayar titip ke Bnk Mega KCP Malang sebesar Rp.30.000.000., ia mengajukan pelsus yang akhirnya di setujui oleh pihak Bnk Mega Rp.250.000.000.

Ditambahkannya, pada tahun 2016 di suruh membuat surat pernyataan lagi yang isinya permohonan pelunasan di angka Rp 160.000.000. di situ saya titip lagi uang sebesar Rp 30.000.000., jadi hutang saya tinggal Rp 130.000.000.

Sekitar kurang lebih tiga ( 3 ) bulan setelah membuat surat pernyataan tersebut tiba tiba ada seorang mengaku dirinya pemenang lelang, bahwa rumah saya sudah di lelang oleh pihak Bank Mega KCP Malang, di ketahui Nama: Raden Darius alamat Surabaya, dan hingga sampai saat ini belum menempati Rumah hasil pemenang lelang dari PT . Bank Mega KCP Malang.

Kuasa hukumnya H. Devit sebut saja Nanang Nealson, SH., MH menegaskan, terkait PT. Bank Mega KCP Malang yang awalnya klien mempunyai hutang Rp 630.000.000, dan sudah bayar 300.000.000.

“Hal ini klien kami sudah mempunyai itikad baik buktinya sudah membayar hampir separuh dari nilai pinjaman,” ucapnya.

Anehnya PT Bank Mega KCP Malang, tepatnya di Jl. Jaksa Agung Suprapto No. 27 Sama’an Kecamatan klojen Kodya Malang telah melakukan lelang Rumah beserta pekarangan di Desa Ketawang Kec. Gondanglegi Luas 1351 M2 tanpa prosedur hukum dan melanggar UU Perbankan, buktinya waktu di pengadilan Negeri Kepanjen, Klain kami H. Devit tidak pernah ada panggilan untuk mengikuti sidang di PN Kepanjen dan tahu – tahunya hanya satu ( 1 ) kali ada panggilan dari Pengadilan Negeri Kepanjen yaitu : Panggilan Putusan exsekusi Bahwa rumahnya sudah di lelang dan sudah ada pemenangnya, ada apa dengan Pengadilan Negeri Kepanjen dengan PT. Bank Mega KCP Malang tersebut

“Bahwa dalam Undang – Undang N0. 8 TH 1999 tentang perlindungan konsumen yakni : Hak atas informasi , jelas, jujur mengenai barang dan atau jasa,” ungkap Nanang Nealson, SH., MH.

Ditambahkan, bahwa pasal 1365 KUHPerdata yang berbunyi : Tiap perbutan melanggar hukum yang menimbulkan kerugian orang lain, mewajibkan orang yang menimbulkan kerugian orang lain wajib mengganti kerugian tersebut.

Tujuan Bank menurut Undang – Undang No. 7 tahun 1992 sebagaimana telah di rubah UU No. 10 TH 2008 Tentang Perbankan pasal 4 ( empat ) bertujuan menunjang Pembangunan Nasional dalam rangka meningkatkan pemerataan pertumbuhan ekonomi, dan stabilitas Nasional kearah peningkatan kesejahteraan rakyat banyak, hal ini bertolak belakang dan tidak benar / dugaan kejahatan perbankan yg di lakukan oleh PT. Bnk Mega KCP Malang yang merugikan Nasabah dengan cara lelang rumah & pekarangannya luas 1351 M2 di Desa Ketawang – Gondanglegi

“Kami tim kuasa hukum H. Devit akan segera dalam waktu dekat melaporkan ke APH Polda Jatim tentang dugaan kejahatan perbankan yang di lakukan oleh PT. Bank Mega KCP Malang yang menimbulkan kerugian pada klain kami yang kehilangan rumah dan pekarangannya,” ujarnya.

Sementara awak media investigasi ke PT. Bank Mega KCP Malang di Jl. Jaksa Agung Suprapto No. 27 Sama’ an Kecamatan Klojen Kodya Malang, kepala Cabang tidak ada di tempat, asisten tidak enak badan.

“Ardi waktu itu bidang colector atau penagihan juga belum bisa di konfirmasi,” tutur Felisia selaku staf. ( Zak )

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed