oleh

Bareskrim Mabes Polri Berhasil Mengungkap Laboratorium Gelap Narkoba

-Kriminal-10,224 views

Detik Bhayangkara.com, Kota Malang – Bareskrim Mabes Polri mengungkap sebuah laboratorium gelap narkoba atau Clandestine Lab dalam bentuk ganja sintetis, ekstasi dan xanax terbesar di Indonesia. Lokasinya berada di Jalan Bukit Barisan Nomor 2, Kecamatan Klojen, Kota Malang.

Kabareskrim Polri, Komjen Pol Wahyu Widada menyampaikan, bahwa pabrik ini terungkap dari hasil pengembangan dari penemuan tempat transit sinte yang ditemukan pada 29 Juni lalu di daerah Kalibata.

“Kita temukan 23 kilogram tembakau sintetis (sinte), dan kemudian kita kembangkan dengan melakukan profiling dan mengarah bahwa barang tersebut dari pabrik yang ada di Jawa Timur. Setelah kita kerucutkan lagi, ternyata Laboratoriumnya ada di wilayah Malang, Jawa Timur,” ujarnya saat konferensi pers, Rabu (3/7/2024).

Menurutnya, akhirnya kita bisa mengungkap pabrik ini yang menghasilkan 3 produk, yang pertama jenis tembakau sintetis dengan kandungan narkotik MDMB-4en-PINACA atau dikenal dengan nama sinte atau tembakau gorila.

Baca Juga : Muncul Dugaan Pertambangan Ilegal di Sugihwaras, Ini Kata Polres Bojonegoro…!!! https://detikbhayangkara.com/2024/07/03/muncul-dugaan-pertambangan-ilegal-di-sugihwaras-ini-kata-polres-bojonegoro//

“Kemudian, petugas juga menemukan pembuatan ekstasi dan juga produk pil Xanax yang tergolong psikotronika golongan 1. Ungkapan ini adalah hasil kolaborasi antara Bareskrim Polri dengan Dirjen Kemasyarakatan, Dirjen Bea Cukai, serta seluruh jajaran Polda Jatim,” terangnya.

Dalam pengungkapan ini, Polisi mengamankan 8 tersangka yang memiliki peran berbeda-beda. Mereka adalah YJ (23) selaku peracik narkoba, lalu FP (21), DA (24), AR (21), SS (28) berperan membantu meracik dengan menyiapkan alat dan perlengkapan.

“Sementara, tiga orang lainnya berperan sebagai pengedar atau kurir, yakni RR (23), IR (25), dan HA (21). Barang bukti yang diamankan petugas adalah narkotika dalam bentuk barang jadi, yakni tembakau sintetis sebanyak 1,2 ton, 25.000 butir pil ekstasi dan 25.000 butir pil xanax, dan masih ada 40 kg bahan baku MDMB-4en-PINACA setara dengan 2 ton untuk produk jadi,” ungkap Wahyu.

Polisi juga menemukan barang bukti lainnya yaitu zat kimia yang masih bisa digunakan untuk memproduksi 2,1 juta ekstasi, dan alat mesin pencampur, mesin pencacah, mesin pencetak, termasuk juga mesin pemanas.

“Kita juga sita satu TV yang digunakan mereka untuk menjadi pemandu. Jadi mereka melaksanakan produksi dipandu dari jauh dengan menggunakan zoom meeting menggunakan TV,” kata Wahyu.

Tempat ini sudah beroperasi sekitar 2 bulan, dan estimasi apabila diuangkan, barang bukti tersebut mencapai Rp 143,5 miliar.

Sementara itu, Kapolda Jatim,  Irjen Pol Imam Sugianto mengajak dan berpesan untuk warga Kota Malang dan umumnya untuk warga Jawa Timur.

“Ayo kita jogo Jawa Timur, mudah-mudahan hal-hal seperti ini ke depan tidak akan kita temukan,” tegasnya. (Red)

 

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed