Ratusan Siswa dan Guru di Grobogan Diduga Keracunan Massal Usai Konsumsi Makanan MBG

daerah18,121 views

Kabupaten Grobogan – Ratusan siswa dan sejumlah guru dari berbagai sekolah di Kecamatan Gubug, Kabupaten Grobogan, dilaporkan tidak masuk sekolah akibat sakit secara massal setelah mengonsumsi paket makanan dari program Makan Bergizi Gratis (MBG). Peristiwa tersebut terjadi pada Sabtu (10/1/2026), diduga akibat keracunan makanan yang dibagikan sehari sebelumnya.

Insiden ini diduga berasal dari paket makanan MBG yang disalurkan oleh penyedia SPPG Kuwaron pada Jumat (9/1/2026). Gejala sakit mulai dirasakan para siswa dan guru setelah mengonsumsi makanan tersebut.

Camat Gubug, Bambang Supriyadi, membenarkan kejadian tersebut dalam laporannya kepada Pemerintah Kabupaten Grobogan. Ia menyampaikan bahwa kasus sakit massal ini mengarah pada dugaan keracunan makanan.

“Penyebabnya diduga keracunan dari MBG yang diberikan pada hari Jumat dari penyedia SPPG Kuwaron,” ujar Bambang.

Berdasarkan data yang dihimpun dari UPTD Korwil Pendidikan serta Puskesmas setempat, korban tersebar di sejumlah desa, antara lain Desa Trisari, Glapan, Penadaran, hingga Desa Ngroto.

Jumlah korban terbanyak dilaporkan berasal dari lingkungan Yayasan Miftahul Huda Ngroto. Di SMP Miftahul Huda, tercatat sebanyak 116 siswa putra dan 92 siswa putri mengalami gejala sakit. Sementara itu, di SMK Miftahul Huda, sebanyak 35 siswi dan 17 siswa juga dilaporkan terdampak.

Selain itu, sejumlah Sekolah Dasar (SD) di wilayah Kecamatan Gubug turut melaporkan absennya siswa dan guru akibat sakit, di antaranya:

  • SD 1 Penadaran: 57 siswa, 3 guru, dan 3 wali murid

  • SD 3 Penadaran: 40 siswa dan 3 guru

  • SD 2 Penadaran: 28 siswa dan 4 guru

  • SD 1 Trisari: 30 siswa dan 3 guru

  • SD 2 Trisari: 24 siswa

  • SD Glapan: 13 siswa dan 1 guru

Menanggapi kejadian tersebut, Pemerintah Kecamatan Gubug bergerak cepat dengan melakukan koordinasi bersama Kepala Puskesmas Gubug 1 dan Gubug 2, serta Korwil Pendidikan setempat.

“Langkah yang kami ambil adalah melakukan koordinasi untuk pemetaan, pengecekan lokasi, serta penanganan medis,” jelas Bambang.

Saat ini, tim medis dari Puskesmas Gubug 2 dilaporkan telah bersiaga di sejumlah lokasi terdampak, khususnya di SMP dan SMK Miftahul Huda Ngroto, guna memberikan pertolongan pertama serta pemeriksaan intensif kepada para korban.

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Grobogan, Djatmiko, juga membenarkan adanya kasus dugaan keracunan tersebut. Hingga kini, petugas kesehatan masih berada di lapangan untuk memantau perkembangan kondisi para korban.

“Sampai saat ini petugas masih melakukan pemantauan, dan masih banyak teman-teman di Pondok Pesantren Miftahul Huda yang terdampak,” pungkasnya. (Adhi S)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *